UMKM Sumbang 2,5 Persen Pertumbuhan Ekonomi Tuban

oleh -
TINJAU STAN PAMERAN : Wabup Noor Nahar Hussein saat Meninjau Stan Pameran

Oleh: M.Rizqi

Lenterakata.com – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi. Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB) pun, hampir separo disumbang sector ini.

Link Banner

Begitu ungkapan Wakil Bupati (wabup) Tuban Noor Nahar Hussein saat membuka pameran dagang Kabupaten Tuban. Dia menyebut di Kabupaten Tuban terdapat sekitar 60 ribu UMKM. Dari jumlah itu,. sektor UMKM menyumbang 48 persen pada total PDRB.

‘’Dan mampu menyumbang 2,5 persen pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban,’’ ujarnya.

Sebagai upaya pengembangan, kata dia,  para pelaku UMKM harus memerhatikan permintaan pasar. Beberapa usaha yang memiliki karakter dan produk yang sama dapat diklasifikasikan untuk mempermudah dalam memberikan pelatihan. Selanjutnya, diperlukan langkah-langkah khusus untuk mendukung proses pemasaran.

‘’Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jaringan pasar. Di samping itu, dapat dimaksimalkan guna menghadirkan produk-produk UMKM yang berada di pelosok desa agar dapat dikenal dan bersaing,’’ tambahnya.

Tuban juga menerima penghargaan ICSB Presidential Award untuk beberapa instansi yang dinilai telah berhasil mendorong pengembangan UKM pada periode tahun 2018 dari seluruh Jawa Timur.

Di antara yang menerima adalah Kepala Diskoperindag Kabupaten Tuban, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngawi, Telkom Indonesia Cabang Tuban, Bank Jatim Cabang Tuban, Semen Gresik, dan Petrokimia Gresik.  

Setyo Riyanto, Academic Director of ICSB  mengungkapkan, ICSB merupakan organisasi multinasional yang didirikan pada tahun 1995 yang fokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah. ICSB mengandeng policy maker, akademisi, peneliti, dan praktisi/wirausahawan guna memberikan pendampingan UMKM.

‘’Kabupaten Tuban merupakan kota ke-33 yang dikunjungi ICSB. Tentunya hal ini perlu mendapat apresias khusus,’’ katanya.

Setyo juga menerangkan bahwa UMKM menjadi potensi di Indonesia yang tidak memiliki batasan. Dengan berbagai kreativitas maka akan mendorong lahir dan mengembangkan UKM tersebut. Hal ini menjadi sebuah potensi tersendiri untuk dapat terus dikembangkan.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubvan Agus wijaya mengatakan, pameran dagang dan pembangunan serta gebyar UMKM 2018 itu diikuti 350 stan UMKM serta 54 stan dari OPD, instansi dan sekolah. Kegiatan dipusatkan di GOR Ranggajaya Anoraga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *