Selamat Datang Kilang Raksasa

oleh -

Penulis: M. Rizqi

Lenterakata.com – Capaian luar biasa lima tahun terakhir di Bumi Wali adalah masuknya industri besar. Salah satunya adalah akan dibangun kilang minyak baru yang akan dikelola PT Pertamina bersama dengan perusahaan raksasa minyak dan gas (migas)asal Rusia, Rosneft.

Link Banner

Kilang tersebut bakal dibangun di Kecamatan Jenu.  Kilang ini akan berada di sekitar PLTU Tanjung Awar-Awar dan PT TPPI. Nilai investasinya konon Rp 175 Triliun atau dengan kurs dollar sekarang sekitar 11 miliar dolar AS. Sebuah investasi yang sangat besar. Karena proyek pengembangan lapangan migas Banyuurip oleh Exxon disebut-sebut hanya sekitar 3 miliar dolar AS.

Dipastikan, kilang yang bakal dibangun nanti sudah tepat lokasinya. Artinya, lokasi yang didirikan kilang tidak menyalahi tata ruang. Sebab, berdasarkan tata ruang wilayah, kawasan tersebut memamg diarahkan untuk lokasi industri.

‘’Wilayah Jenu dan Tambakboyo memang kita siapkan untuk  lokasi industri dan pelabuhan. Jadi, sudah tepat kalau di sana,’’ ujar Sekretaris Daerah Budi Wiyana yang juga mantan Kepala Bappeda Tuban.

Menurut Budi, sebenarnya proyek itu akan dimulai 2018 nanti. Namun, karena sesuatu hal proyek mundur.

‘’PT Pertamina dan Rosneft akan join dalam perusahaan baru itu,’’ tambahnya.

Sebagaimana diketahui, perusahaan migas asal Rusia, Rosneft, terpilih menjadi mitra Pertamina untuk pembangunan kilang minyak Tuban. Lokasi kilang baru nanti  di Kecamatan Jenu.

Hingga tahun 2015 Pertamina akan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) hingga 2,2 juta barel perhari. Selain pembangunan kilang baru,  Perusahaan migas milik BUMN itu juga akan melakukan upgrade (peningkatan kapasitas) kilang yang sudah ada.

Masuknya kilang New Grass Root Refinery (NGRR) di Bumi Wali memang tinggal menunggu waktu. Bupati Tuban, Fathul Huda, menegaskan peletakan batu pertama pembangunan kilang akan dimulai di Februari 2019 bulan depan.

Informasi tersebut berdasar hasil  rapat koordinasi antara Pemkab Tuban dengan Pertamina di Surabaya. Presiden Jokowi juga direncanakan akan menghadiri peletakan batu pertama kilang berkapasitas 300 ribu Barel per Hari (Bph) itu.

Bupati dua periode itu mengaku akan pasang badan dengan keberadaan kilang NGRR di Tuban. Alasannya adalah peluang manfaat yang bisa didapat warga Tuban apabila proyek raksasa itu bisa berdiri di tengah bumi wali.

“Jadi lebih banyak manfaat apabila kilang itu berada di Tuban,” terang Fathul Huda.

Keberadaan kilang NGRR di Tuban, disebut bisa menjadi salah satu solusi penyediaan lapangan pekerjaan yang semakin menyempit. Fathul Huda menjelaskan, Tuban tidak sepenuhnya bisa mengandalkan pertanian karena antara jumlah pemilik lahan dengan petani yang ada sangat tidak seimbang.

Data yang diungkapkan Bupati Tuban kepada sejumlah media, disebutkan kalau jumlah penduduk di bumi wali sebanyak 1,3 juta jiwa.

Dari total jumlah penduduk, sebanyak 70 persen, atau sekitar 900.000 orang yang bekerja sebagai petani. Lahan di Tuban hanya 120 ribu hektar dan dipunyai 200.000 orang saja, sementara sisanya (700.000 petani) hanya bekerja sebagai buruh tani.

Warga Diminta Menangkap Peluang Kerja

Bupati Tuban, Fathul Huda, meminta kepada warga agar merasa tidak dirugikan dengan dibangunnya kilang NGRR. Dia mengakui jumlah warga yang mendukung lebih banyak dibandingkan dengan yang menolak NGRR.

“Kalau mau berpikir secara matematis, semestinya tidak ada yang merasa perlu dirugikan,” kata Fathul Huda.

Dia beralasan kilang NGRR membutuhkan lahan yang sebagian besar adalah milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 364 hektar.

Itupun perizinan sudah dibereskan oleh Pertamina. Dia menyediakan opsi ketika warga yang menolak tidak mau melepaskan lahan, maka akan dilakukan reklamasi laut untuk menutupi kekurangan lahan yang dibutuhkan.

Karena NGRR dipastikan berdiri di Tuban. Maka dia meminta agar warga menangkap peluang pekerjaan. Selain dengan bekerja secara langsung, juga bisa menangkap potensi-potensi perekonomian yang ada di sekitarnya.

“Dari 900.000 petani hanya 200.000 petani saja yang punya lahan. Sisanya mau kerja apa,” harap Bupati.

Sementara, Ketua DPRD Tuban, Miyadi, yakin jika Kilang Jenu, sebutan familier NGRR bisa berdampak pada masyarakat. Efek positifnya, perekonomoian warga akan meningkat dan berimbas pada pengentasan kemiskinan.

“Bayangkan berapa ribu orang yang bisa bekerja di sana,” jelas Miyadi.

Selain lapangan kerja, NGRR juga akan menghidupkan perekonomian warga di sekitar lokasi. Salah satunya adalah terpakainya usaha dan jasa masyarakat seperti katering, laundry, dan sejenisnya. [yon]

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *