Plaza Ikan Itu di Bumi Wali

oleh -
SEGERA BUKA : Plaza Ikan Akan Menjadi Pusat Perdagangan Ikan di Bumi Wali

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar plaza ikan? Anda pasti langsung membayangkan stan-stan atau booth yang menyediakan berbagai ikan. Anda benar !!

Begitulah adanya. Jika plaza atau super market, hyper market dan sejenisnya yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, itu sudah biasa. Yang menyediakan berbagai merek dan potongan fashion, tak terhitung jumlahnya.Ini, plaza yang menyediakan berbagai ikan laut dan pernak-perniknya.

Begitulah plaza ikan yang dibangun di Kabupaten Tuban ini didesain. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, telah menggelontorkan dana sebesar Rp 4,6 Miliar dari APBD dan DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun 2018 untuk membangun plaza itu. Fasilitasnya modern dan nyaman.

Plaza ikan itu di Jalan Panglima Sudirman, tepatnya di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban. Tepat di pinggir jalan nasional Tuban-Surabaya. Di pesisir utara Jawa. Tempat ini kami rancang memiliki jendela untuk melihat potensi perikanan Bumi Wali. “Rencana mulai kita buka buka Februari depan, ‘’ ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan M. Amenan.

Dia menjelaskan, plaza ikan tersebut terdiri tiga lantai. Setiap lantai memiliki fokus khusus dan di sana ada beberapa item kegiatan yang dijadikan satu.

Pertama ada  tempat pelelangan ikan yang lebih modern, kedua ada penjualan ikan basah dan ketiga ada penjualan ikan asap yang selama ini ada di sepanjang jalan.

“Semua pedagang ikan asap akan masuk. Kita konsep bersama untuk memastikan kualitas, harga, penampilan dam keawetan produk terjamin,’’ terangnya.

Selain itu, pemanfaatan setiap lantai diatur berbeda. Lantai satu khusus untuk pelayanan dan disertai aquarium untuk jual beli ikan hidup.

“Lantai satu kita gunakan full untuk pelayanan yang akan diisi sekitar 30-35 penjual ikan asap. Untuk penjual ikan basah ada 27 pedagang,’’ jelasnya.

Sedangkan lantai dua diharapkan menjadi pusat kuliner seafood. Oleh sebab itu, didesain seperti resto. Kemudian, lantai tiga  ada ruang pertemuan umun. Tujuannya, untuk memfasilitasi nelayan dan pemerintah kelurahan setempat agar bisa memanfaatkan gedung pertemuan dengan kapasitas 100 orang.

Bahkan, di lantai tiga ada kafe makanan ringan dari olahan perikanan dan peternakan dengan konsep langsung menghadap laut.

“Pengelolaan tempat ini lantai satu atau fungsi pelayanan dipegang oleh dinas. Untuk lantai dua dan tiga kita serahkan kepada pihak profesional untuk mengelola,’’ tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *