1,6 Juta Sertifikat untuk Bumi Angling Dharma

oleh -
SWAFOTO : Bupati Bojonegoro Anna Mua'awanah Berswafoto Seusai Penyerahan Sertfikat PTSL

BOJONEGORO

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Kabupaten Bojonegoro mendapat kehormatan dengan memperoleh porsi terbesar di Jawa Timur dalam program sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Jumlah sertifikat yang ditarget lahir dari Bumi Angling Dharma ini sekitar 1.680 ribu lembar. Jumlah itu, 24 persen dari total target sertifikat yang harus dibuat Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur.

‘’BPN Jatim diberikan target terbesar se Indonesia yaitu 7 juta penerima, dan Kabupaten Bojonegoro mendapat jatah paling besar yakni 24 persen,’’ ujar Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Jatim Ketut Giri Melaya mewakili Kepala Kanwil BPN Provinsi dalam penyerahan sertfikat di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Senin (14/1/2019).

Dia mengatakan, ditunjuknya Bojonegoro sebagai penerima target terbesar karena dia yakin dan percaya Bojonegoro bisa mencapai target tersebut.

‘’Dan dengan itu bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur atau mungkin bagi Indoneaia,’’ katanya.

Penyerahan sertfikat di Desa Jumput itu, dihadiri jajaran Forpimda Kabupaten Bojonegoro, perwakilan Kanwil BPN Jawa Timur, BPN Bojonegoro dan Asosiasi Perbankan serta masyarakat sekitar.

Kades Jumput Ibtiyatun mengaku bangga karena desanya terpilih menjadi tempat untuk penyerahan sertifikat tanah PTSL.

‘’Kami senang dan bangga. Apa yang telah dicita-citakan warga desa Jumput untuk bisa memiliki sertifikat tanah akhirnya bisa terwujud,’’ ungkapya.

Sementara Kepala BPN Bojonegoro Lampri mengatakan, jumlah penerima sertifikat di Desa Jumput 363 penerima. Pemilihan desa ini atas pilihan bupati sendiri.

Sebab, Desa Jumput paling cepat dan paling mendahului dalam menyelesaikan administrasi. Sehingga desa tersebut bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

‘’Perlu disambut rasa sukur dan bangga karena Bojonegoro terpilih menjadi yang terbesar dalam target pengurusan sertifikat tanah dan juga menjadi yang terbaik,’’ sebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.

 

Tahun 2018 Bojonegoro mendapat target 80 ribu sertifikat dan sudah terselesaikan dengan baik.

‘’Diharapkan tahun 2022 atau 2023 semua target selesai semua,’’ harapnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *