Usia 69 Tahun Baru Menikah

oleh -
RESMI : Salah Satu Pasangan Nikah Masal di Hari Jadi Tuban

TUBAN

Penulis : Laidia

Link Banner

Lenterakata.com – Wajah Nur Danuri (69) dan Mulyaningsih (66) sumringah. Keduanya duduk bersama 19 pasangan lain di kursi yang ditata rapi di pendapa Kridho Manunggal Tuban.

Dengan menggunakan busana serba putih pasangan pengantin baru itu nampak santai. Ketika penghulu menuntun dalam akad nikah juga lancar.

Usia 69 tahun pengantin baru? Iya, itulah yang terjadi dalam, nikah masal yang digelar di pendapa kabupaten Tuban tersebut.

Sebanyak 20 pasangan menikah secara resmi, tercatat di KUA dan mendapat buku nikah. Pernikahan masal 20 pasangan itu dalam rangka hari jadi kota Tuban ke 726.

Nur Danuri dan Mulyaningsih yang berasal dari Kecamatan Kenduruan itu adalah pasangan tertua dalam nikah masal itu.

Sedang pasangan paling muda juga dari Kecamatan Kenduruan usia 20 tahun atasnama Muhammad Muzammil yang menikahi Romadona (19).

Peserta nikah masal dari delapan kecamatan se Kabupaten Tuban. Yakni dari Kecamatan Jatirogo satu pasangan, Senori satu pasangan dan  Semanding enam pasangan.

Kemudian Kecamatan Kenduruan empat pasangan,  Montong  satu pasangan,  Soko dua pasangan, Widang  satu pasangan dan dan Tuban empat pasangan.

Ke 20 pasangan pengantin ini mendapatkan fasilitas gratis.  Di antaranya rias pengantin, menginap di salah satu hotel di Tuban, mendapatkan seperangkat alat salat dan mahar senilai satu juta rupiah. Bagi 10 orang pengiring masing-masing pasangan juga diberi transport.

Mereka dinikahkan oleh penghulu atau kepala KUA kecamatan masing-masing. Pengantin mendapatkan sepasang buku nikah yang bisa langsung di bawa pulang.

Untuk pasangan dari KUA Kecamatan Tuban selain mendapatkan sepasang buku nikah juga memperoleh kartu nikah yang fungsinya sebagai pelengkap buku nikah.

Kartu tersebut nantinya terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah berbasis Website (Simkah), yang tersambung ke data kependudukan milik Dukcapil Kemendagri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Drs. Sahid, MM, mengatakan, program nikah massal yang diselenggarakan oleh pemkab Tuban perlu untuk mendapatkan apresiasi dari semua kalangan masyarakat.

“Harapan kita kegiatan ini terus untuk dilaksanakan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya,’’ ujarnya.

Menurut dia, tidak gampang  mencari pasangan yang mau dinikahkan secara missal. Karena masih ada yang beranggapan bahwa nikah massal adalah nikah yang gratis. Dan  pasangan yang sudah berkumpul lama tapi tidak diikat dengan tali perkawinan yang sah menurut negara.

Sementara itu Bupati Tuban, H. Fathul Huda mengatakan orang yang tidak menikah banyak alasannya. Pertama bisa karena tidak punya biaya, kedua adalah orang yang berzina, dan yang ketiga karena ketidaktahuannya.

‘’Yang tidak punya biatya laporkan. Nanti pemkab yang membantu,’’ katanya.(lai/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *