Tuntut Dipekerjakan, Warga Sweeping Pekerja PT Rekind yang Garap Proyek di TPPI Tuban

oleh -
SWEEPING PEKERJA PT REKIND : Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban Menuntut Dipekerjakan

TUBAN

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mensweeping pekerja PT Rekayasa Industri (Rekind) yang sedang mengerjakan proyek di PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban.

Warga yang sebagian besar pada pemuda tersebut meneliti satu persatu pekerja PT Rekind untuk mengetahui tempat asal para pekerja tersebut. Ternyata ditemukan pekerja perusahaan yang bergerak di rancang bangun industry berasal dari Bontang, Kalimantan Timur.

Para pemuda tersebut kecewa karena para pemuda menuntut warga setempat yang dipekerjakan di perusahaan yang ada di dekat rumah mereka itu. Sedang manajemen PT. Rekind dan warga Desa Remen masih belum menemukan kesepakatan.

Sweeping dilakukan di pintu gate 5 kawasan PT. (TPPI) yang terletak di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu itu. Aksi dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Sempat diwarnai aksi penutupan pintu gerbang oleh security dan menyebabkan pekerja Rekind tidak bisa masuk.

Data yang pegang pemuda dan warga Desa Remen, jumlah pekerja di luar desa terdampak di Rekind mencapai 344 orang. Angka tersebut kemungkinan bertambah karena belum ditotal dengan yang shift malam.

“Warga lokal Remen tidak lebih dari 30 orang yang terserap di pekerjaan PT. Rekind. Malah didatangkan banyak pekerja dari luar. Sampai hari ini belum ada deal dengan Rekind soal penyerapan pekerja lokal Remen,” ujar Ketua Karang Taruna Desa Remen, Ahmad Edo Budiono di lokasi.

Tuntutan dari warga Remen, lanjut Budi,  hanya bisa dilibatkan dalam pekerjaan di EPC Pembangunan 5 Unit Tangki Produk TPPI. Komunikasi telah berlangsung dua kali bahkan sempat di balai desa, tapi belum ada hasil.

Tawaran sementara dari Rekind hanya 20 orang dari Remen bisa ikut dalam pekerjaan tersebut. Namun, warga menuntut 70 orang yang bisa masuk. Tuntutan warga soal jumlah pekerja akan bertambah bila tidak ada kebijakan khusus dari internal Rekind.

“Setahu warga pekerja Rekind ada yang berasal dari Bontang Kalimantan, Rembang, Pati Jawa Tengah, dan beberapa daerah lainnya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, dari awal pekerjaan EPC Pembangunan 5 Unit Tangki, Rekind telah melakukan kesepakatan dengan tiga desa yaitu Desa Remen, Purworejo, dan Tasikharjo Jenu. Untuk tenaga lokal level halper, security, driver, flagman dan officr boy diambil dari ring 1.

Persentase untuk Desa Tasikharjo yaitu 45 persen karena area TPPI masuk Tasikharjo. Sedangkan Desa Remen dapat kuota 35 persen dan sisanya untuk Desa Purworejo.

“Ini sudah kita sepakati dari awal dan berjalan. Ketika ada subkon baru maka Rekind kontak dengan tiga desa. Ada yang diwakili Kepala Desa ada pula Karang Taruna,” jelas Community Development (Comdev) PT. Rekind, Prasetyo terpisah.

Soal persentase, kata Pras, juga sempat ditanyakan oleh warga berapa jumlahnya. Waktu itu Rekind belum bisa menjawab, karena kegiatan perusahaan bertahap. Bukan seperti pabrik yang misalnya butuh 1.000 orang bisa langsung dibagi persentasenya.

Terkait tuntutan warga Remen yang ingin memasukkan 60-70 orang di subkon, Rekind sangat keberatan. Sebab, subkon-subkon Rekind akan menghitung budget dan pekerjaan yang hampir selesai.

Sementara, soal pekerja dari Bontang, Pras mengatakan mereka pekerja bawaan subkon yang sudah dilibatkan sejak awal. Mereka adalah pekerja organik yang khusus ditugaskan menangani tangki. Karena melibatkan pekerja lokal sekalin tidak nyambung, juga ada standart khusus untuk tukang las.

“Sudah kami sampaikan jika warga lokal ada keahlian khusus bisa bergabung menjadi pembantu tukang las. Rekind tidak ingin pekerjaan beresiko tinggi ditangani oleh pekerja yang belum bersertifikasi,” terangnya.

Pekerjaaan EPC Pembangunan 5 Unit Tangki Produk TPPI diinformasikan Rekind mencapai 85 persen dan sisanya tinggal melakukan tes. Beberapa subkon juga telah keluar karena pekerjaannya selesai.

Aksi warga berakhir setelah petugas Polsek Jenu komunikasi dengan massa. Persoalan tersebut direncanakan akan berlanjut di mediasi pada Selasa (29/6/2021) pagi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.