Titik Pencarian Diperluas hingga Radius 7 KM, Petani Widang Belum Ditemukan

oleh -
??

TUBAN

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pencarian terhadap Munasir (52) petani asal Dusun Kedung, Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, ajwa Timur yang diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo belum membuahkan hasil.

Sampai hari ketiga sejak petani tersebut dilaporkan hilang yang diduga tenggelam di bengawan, tim pencari belum menemukan korban. Titik pencairan sudah diperluas hingga radius 7 kilometer dari titik jatuhnya korban.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Yudi Irwanto mengatakan perluasan radius pencarian korban dengan pertimbangan arus sungai Bengawan Solo deras.

“Hingga sekarang korban belum diketemukan. Pencarian sudah diperluas hingga 7 Km,” ujar Yudi Irwanto.

Tim yang turun untuk mencari korban merupakan gabungan dari berbagai unsure. Di antaranya adalah satu tim dari BPBD dengan 6 personil, TNI dan Polri serta tim Basarnas Surabaya. Juga personil Kecamatan Widang dan Desa Kedungharjo serta masyarakat setempat.

‘’Kalau memang korban tenggelem, semoga cepat ditemukan,’’ harap Yudi.

Sekadar diketahui, pencarian terhadap Munasir sudah dilakukan sejak Rabu (3/2/2021) lalu setelah petani ini dilaporkan hilang. Pria tersebut pamit dari rumah untuk ke sawah.

Karena sawahnya dipenuhi air, dia berniat untuk menjebol pematang sawahnya agar air terkuras. Diduga, saat menjebol pematang sawah itu, air yang keluar dari sawahnya sangat deras sehingga pria ini terbawa air yang langsung mengarah ke sungai Bengawan Solo yang sedang banjir tersebut.

Keterangan dari warga setempat menyebutkan Rabu sekitar pukul 11.30 WIB korban mengajak saudaranya untuk membantu membuka air di sawahnya. Caranya dengan mencangkul membuka pematang sawah agar airnya terkuras.

Diduga, setelah mencangkul untuk menguras air di sawahnya, tiba-tiba airnya menyembur keluar, dan tanahnya ikut longsor sehingga korban diduga terbawa semburan air yang dekat dengan Bengawan Solo.

Karena Munasir tidak pulang-pulang, keluarganya dicari di sawah. Di lokasi ditemukan baju, celana pendek, cangkul dan sabit yang dibawanya dari rumah.

Kapolsek Widang, AKP Totok Wijanarko menerangkan, berdasarkan keterangan keluarganya, Munasir meninggalkan rumah dan pamit ke sawah sekitar pukul 08.00 WIB. Saat waktunya pulang ternyata belum pulang, sehingga keluarga berusaha mencari.

“Pakaian korban ditemukan di tepi sawah. Keluarga kemudian menyelami sungai dan menemukan cangkul dan linggis,” ungkap Kapolsek Totok.

Setelah itu, Polsek koordinasi dengan Forkopimka Widang, Polres, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. BPBD mendatangkan 1 unit perahu karet.

Penelusuran dilakukan sejak pukul 14.00-16.30 WIB belum ada tanda-tanda korban ditemukan. Bahkan tim Basarnas Surabaya juga ke lokasi untuk ikut mencari korban tenggelam di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *