Terima Laporan Dua Korban, Polres Metro Jakarta Barat Buka Posko Korban Filler Payudara

oleh -
BUKA POSKO PENGADUAN : Polres Metro Jakarta Barat Buka Posko Pengaduan Korban Filler Payudara

JAKARTA

Penulis M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pengin tampil lebih baik, namun justru malah berakibat fatal. Barangkali itulah yang dialami oleh dua perempuan yang melapor ke Polres Metro Jakarta Barat. Dua perempuan itu merasa menjadi korban filler (maaf) payudara yang gagal.

Dia perempuan itu berinisial T dan D melapor resmi pada Rabu (31/3/2021) kemarin.  Keduanya datang dengan membawa sejumlah bukti seperti foto luka pada bagian dada paska disuntik filler.

Sekadar diketahui filler merupakan suatu tindakan menyuntikkan cairan berupa asam hialuronat ke bawah kulit. Tindakan filler dapat dilakukan di beberapa bagian tubuh, seperti hidung, dagu, bibir, dan lainnya. Tujuannya untuk mengubah bentuk atau memperbaiki bagian tertentu.K

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi didampingi Kanit Krimsus AKP Fahmi Fiandri membenarkan pihaknya telah menerima laporan dua wanita yang mengaku menjadi korban dari kegiatan penyuntikan filler payudara tersebut. Suntikan itu berakibat terjadi infeksi pada bagian yang bekas disuntik.

“Saat ini pihak Satreskrim Polres Jakarta Barat sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku dan untuk mengembangkan jaringan ini. Karena diduga korbannya cukup banyak dan sangat membahayakan masyarakat,” kata Arsya.

Selain menerima laporan, pihaknya juga bakal membuka posko pengaduan korban filler payudara di Polres Metro Jakarta Barat. Sehingga, siapa saja korban yang mengalami hal serupa, bisa melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindak lanjuti.

“Saat ini pelaporannya terkait dengan kegiatan melakukan perbuatan tenaga kesehatan tapi tidak dilengkapi dengan ijin. Jadi saat ini kita akan cek dulu terkait dengan pelaku tersebut, kegiatan ini menyebabkan adanya infeksi di area yang di suntik filler tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, korban D misalnya mengaku mengalami infeksi pada bagian payudara. Sehingga mengeluarkan cairan dan nanah paska disuntikan filler oleh seseorang yang awalnya mengaku sebagai dokter.

Akibatnya D harus menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan filler dari payudaranya paska terinfeksi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *