Mereka Berupaya Selamatkan Sumber Mata Air

oleh -
TANAM POHON : Para Peserta Penghijauan saat Menanam Pohon

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Harus ada langkah nyata untuk menyelamatkan sumber mata air. Termasuk mata air di Sendang Bubulan Desa Sumurcinde Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Karena itu, 250 orang lebih yang terdiri dari anggota organisasi turun tangan menanam pohon untuk penghijauan. Mereka di antaranya dari perguruan Setia Hati Terate (PSHT), PAC IPNU-IPPNU Soko dan PAC GP Ansor Soko.

Selain itu, Karang Taruna Kecamatan Soko, dan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), serta warga masyarakat. Kegiatan yang difasitasi Yayasan eL-SAL Indonesia bekerjasama dengan Mangrove Center Tuban (MCT) itu untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’S) di Indonesia Goal ke-13 tentang Perubahan Iklim dan sebagai bentuk Advokasi Lingkungan.

“Penurunan potensi air baik secara kualitas maupun kuantitas akan menjadi masalah serius apabila dalam pengelolaannya tidak dilaksanakan dengan memperhatikan aspek konservasi, pemanfaatan dan pengendaliannya,” kata Ahmad Shohib, Ketua Umum eLSAL Senin (28/1/2019).

Sesuai Undang-Undang No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, kata dia, aspek Konservasi Sumber Daya Air memiliki peran yang sangat penting. Karena dampak dari kerusakan lingkungan sebagai akibat degradasi hutan dan lahan, selain menyebabkan kelangkaan air juga akan menimbulkan terjadinya tanah longsor.

“Oleh karena itu, perlu suatu tindakan konkret untuk memulihkan keseimbangan ketersediaan air, seperti kegiatan penanaman yang akan kita laksanakan hari ini,” tambahnya.

Bibit ditanam di sepanjang bibir sendang adalah tanaman keras yang mampu banyak menyimpan air seperti pohon beringin, cemara dan trembesi. Di lingkungan sekitar juga akan ditanami tanaman Jati dan Flamboyan serta sirsak dan jambu.

‘’Jumlah total pohon yang akan ditanam adalah sebanyak 1.500 pohon,’’ katanya.

Sementara itu, Joko Hadi Purnomo Koordinator Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kecamatan Soko yang sekaligus Ketua Dewan Pembina eL-SAL memberikan apresiasi kepada eL-SAL.

“Alhamdulillah, eLSAL bersama stakeholders melakukan penghijauan. Yang menarik dalam kegiatan ini tidak ada dana sponsor perusahaan. Ini inisiatif yang bagus yang perlu dilanjutkan dan didukung. Bekerja dengan masyarakat tidak harus menunggu pembiayaan perusahaan atau lembaga donor. Saya pikir ini yang disebut sebagai modal sosial,” kata Joko.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *