Saat Kopda Sukirno Mondok di Rumah Mbah Satini

oleh -
AKRAB : Kopda Sukirno Satgas TMMD Berbincang Akrab di Dapur Mbah Satini

TUBAN

Penulis: Sri Wiyono

Link Banner

Lenterakata.com – Pria bercelana doreng khas TNI terus memainkan tangannya di atas layah atau cobek untuk membuat sambal. Jari-jari tangan kanan pria berkaus biru muda menggenggam erat ulekan, alat untuk menghaluskan bumbu.

Tangannya terus bergerak. Kadang memutari cobek. Sesekali memaju mundurkan ulekannya di atas cobek tanah liat itu. Tenaganya kuat, hingga bahan-bahan masak itu cepat halus di tangan pria ini.

Coba lihatlah! Apakah dia seorang chef yang sedang memasak? Oh ternyata tidak. Dari dandanannay sudah tak mirip chef. Celana doreng, kaus pengan pendek biru muda. Oh tunggu, topi hitam dipakai terbalik. Yang bagian depan ditaruh di belakang. Tentu agar tak menganggu dia membuat bumbu.

Sepasang sandal gunung melindungi telapak kakinya. Dia terlihar enjoy. Tak memedulikan orang di sekelilignya. Dua perempuan yang satunya sudah sepuh, terus memandang pria ini dengan rasa kagum.

Bagaimana tak kagum, pria itu adalah Kopral Dua (Kopda) Sukirno anggota Satgas TMMD ke104 di Kodim 0811 Tuban. Dia selama satu bulan ini memang mondok atau tinggal di rumah Mbah Satini (75), warga Dusun Jeruk RT 03/RW 03 Desa Brangkal Kecamatan Parengan.

Di desa itulah TMMD dipusatkan. Kehadiran Kopda Sukirno bagi keluarga Mbah Satini adalah berkah. Betapa tidak, rumah Mbah Satini sebagian masih berlantai tanah. Dindingnya dari kayu, sebagian sudah bolong-bolong. Tentu jauh dari nyaman untuk ditinggali, namun itu tak masalah untuk Kopda Sukirno. Anggota TNI tetap ingin tinggal dan menjadi ‘anak’ Mbah Satini, meski hanya sebulan, seusia TMMD dilakukan.

HALUSKAN BUMBU : Kopda Sukrino saat Menghaluskan Bumbu untuk Masak

Sebagai anak, Kopda Sukirno rajin melakukan kegiatan rumah tangga. Seperti bersih-bersih rumah, mengambil air bahkan memasak. Memasak? Iya memasak!. Itulah salah satu keahlian lain Kopda Sukirno selain tentunya menggunakan senjata dan berperang.

Inilah yang dibuktikan dia. Pada Sabtu (2/3/2019) siang misalnya, dia membantu memasak Mbah Satini. Saat itu, Mbah Satini ingin memasak untuk anggota Satgas TMMD lainnya. Dan, Kopda Sukirno turun tangan membantu. Tangan lincahnya membuat bumbu cepat halus.

Kpopda Sukirno sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga sendiri. Karena itu Kopda Sukirno terlihat cekatan dan tidak canggung dalam membantu memasak. Baik menanak nasi dan menyiapkan sayuran serta menyiapkan bumbu bumbu dapur dan menghaluskannya.

Ketrampilan itu, menurut Kopda Sukirno sudah biasa dilakukan. Saat di rumah, dia sering membantu istrinya memasak. Juga saat penugasan di daerah operasi seperti Aceh dan Papua, dia sering masak. Pengalaman dan ilmu yang didapat itu, ternyata bisa berguna membantu Mbah Satini dalam menyiapkan makan bagi anggota TNI yang tergabung TMMD di desa tersebut.

‘’ Selama sebulan kami tinggal bersama serta berbaur dengan keluarga Mbah Satini. Kami seperti keluarga sendiri. Kegiatan apa saja di rumah ini kami kerjakan. Kami merasakan seperti tinggal di rumah orang tua kami sendiri,’’ ujar Kopda Sukirno.

Tentu ini suatu hal yang positif untuk meringkankan pekerjaan Mbah Satini. Kedekatan TNI dengan rakyat  juga benar-benar terjalin.

‘’TNI itu berasal dari rakyat, dan selamanya akan manunggal bersama rakyat untuk keutuhan bangsa ini,’’ katanya.

Mbah Satini juga mengaku gembira. Dia bangga rumahnya dipilih untuk mondok para tentara tersebut. Dia merasa punya anak seorang tentara yang gagah. Ada yang menjaganya, juga membantunya mengurus pekerjaan rumah.

‘’Menjadi sangat ringan tugas saya,’’ ucap perempuan ini dalam bahasa Jawa.

Mbah Satini heran, karena tentara bukan hanya pandai memainkan bedil dan berperang. Namun, pekerjaan rumah pun cekatan diselesaikan. Bahkan, juga pinter masak, dan rasanya enak.

‘’Ternyata pak tentara serba bisa. Urusan memasak saja juga bisa. Saya salut kepada bapak tentara yang mau dan peduli membantu memasak di dapur kami. Saya kira bapak tentara tidak bisa masak, tapi ternyata pinter, ‘’ kata Mbah Satini dengan tersenyum. Terlihat beberapa bagian giginya yang sudah ompong.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *