Pendaftaran Nikah Dilakukan Secara Online

oleh -
NIKAH ONLINE : Pendaftaran Nikah melalui Online Selama Pandemi Covid-19

TUBAN

Penulis : Laidia

Link Banner

Lenterakata.com – Pandemi  Covid-19  mengakibatkan berbagai aktivitas tergganggu. Termasuk pernikahan yang jauh-jauh hari sudah direncanakan. Kepala Kantor Kemenag Tuban, Drs. Sahid, MM, mengatakan sesuai siaran pers yang dilakukan Kemenag RI, bahwa  pendaftaran nikah dilakukan secara online.

“Alhamdulillah siang ini Kementerian Agama Republik Indonesia, mengadakan siaran pers yang isinya di masa Work From Home (WFH) ini pendaftaran pernikahan bisa dilakukan secara online,’’ ujar Sahid, Selasa (31/03/2020).

Tahapan yang dilakukan saat akan mendaftar layanan pencatatan nikah secara online adalah pertama mengakses: simkah.kemenag.go.id. Kemudian klik daftar nikah, lalu pilih nikah di mana dan  diisi (provinsi/kab/kota/kecamatan, tanggal dan jam).

Juga masukkan data calon suami dan calon istri, checklis dokumen, masukan no telepon, unggah foto, dan terakhir cetak bukti pendaftaran.

Sebagaimana telah diketahui, pemerintah telah memperpanjang sistem bekerja dari rumah sampai 21 April 2020. Bagi Kementerian Agama, kebijakan ini berdampak juga pada layanan di Kantor Urusan Agama, utamanya terkait layanan pencatatan nikah ini.

Sementara itu Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Drs. M. Qosim, mengatakan sebelumnya Kementerian Agama sudah mengeluarkan panduan yang diterbitkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Perayaan pernikahan merupakan salah satu tempat berkumpulnya banyak orang secara dekat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan resiko penularan Covid-19. Kalaupun tak bisa dibatalkan, di tengah wabah ini, menikah tetap dapat dilakukan asalkan dengan sejumlah ketentuan.

‘’Di antaranya untuk akad nikah dilaksanakan di KUA, orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan dibatasi tidak lebih dari 10 orang. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus mencuci tangan dengan sabun,’’ terangnya.

Selain itu, juga harus menggunakan masker. Petugas, wali nikah, dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul. Untuk akad nikah yang dilaksanakan di luar KUA, juga dibatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan, tidak lebih dari 10 orang.

‘’Syarat lainnya sama. Ini harus diperhatikan demi kebaikan bersama,’’ katanya.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.