Menunggu RUU Pondok Pesantren Disahkan

oleh -
MLAKU BARENG : Ribuan Peserta Mlaku Bareng Meraimaikan Kegiatan Kemenag Tuban

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Tak lama lagi pondok pesantren (ponpes) punua undang-undang khusus yang mengaturnya. Saat ini rancangan undang-undang (RUU) nya sedang digodok di DPR.

“Jika disahkan nanti, pendidikan ponpes akan lebih optimal baik di perencanaan ataupun pendanaan, ujar staf Khusus Menteri Agama Gugus Joko Waskito saat di Tuban, Sabtu (12/1/2019).

Cak Agus, begitu dia biasa disapa hadir di Bumi Wali untuk menutup rangkaian kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke 73 di GOR Rangga Jaya Anoraga, Tuban. Salah satu kegiatannya adalah ‘Mlaku Bareng’ yang diikuti ribuan peserta. Hadir juga Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Madiun dan Bojonegoro.

Dia menyampaikan salam hormat dari Menteri Agama. Menteri Agama, kata dia, berpesan agar terus menjaga kebersamaan umat, di tengah situasi pertarungan politik saat ini. Juga terus menjaga hubungan baik di intern umat beragama dan antarumat beragama. ‘’Ini untuk menjaga kondusifitas negeri ini,’’ tambahnya.

Selama ini, kata dia, Kemenag sudah melakukan banyak dalam hal pelayanan pada masyarakat. Di antaranya adalah menaikkan honor penyuluh honorer. Honornya naik 100 persen sejak Januari 2019 ini.

Selain itu, para penghafal Alquran jika ingin menjadi pegawia negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag juga ada formasi khusus, yakni JFT Pentashihan Alqur’an.

Tunjangan fungsional guru (TFG) guru madrasah juga naik. Baik yang PNS ataupun yang belum. Meski belum inpasing, juga yang sudah sertifikasi ataupun belum.

‘’Peningkatan bantuan operasional pendidikan (BOP) RA minimal sama dengan BOP taman kanak-kanak (TK) juga sedang diupayakan,’’ ungkapnya.

Sementara, Kepala Kemeag Tuban Sahid mengatakan, tujuan dari acara tersebut adalah ingin menyambung silaturahmi dengan pejabat dari kemenag pusat.

‘’Alhamdulillah baru pertama ini bisa terselenggara. Selain mlaku bareng ini ada kegiatan donor darah dan pengobatan gratis,’’ katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *