Klaster Hajatan di Blora Hasilkan 35 Warga Positif Covid, Ini yang Dilakukan Dinkes

oleh -
PERLUAS TRACING : Plt Kepala Dinkes Kabupaten Blora Edy Widayat Menjelaskan Tindak Lanjut Klaster Hajatan

BLORA

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat usai hasil tracing atas warga yang positif Covid-19 usai hajatan mantenan di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah didapat.

Hasil tracing atas 3 orang yang positif itu mengasilkan 35 warga yang juga positif Covid-19. Padahal, saat itu hanya sekitar 90 orang, atau warga saty RT yang ditracing. Bertambahnya warga yang positif ini, membuat jumlah warga yang positif Covid-19 secara kumulatif juga naik.

‘’Memang benar, ditemukan 35 warga yang positif dari 90 an warga yang ditracing awal,’’ ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat.

Dia mengatakan, dinkes langsung bergerak cepat dan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk penanganan lanjutan. Di antaranya adalah memastikan 35 warga tersebut ditangani dengan cermat dan tepat.

‘’Kita minta 35 warga itu isolasi mandiri,’’ jelasnya.

Pria yang menjabat Camat Todanan ini menyebut, selama isolasi mandiri, warga tersebut juga akan diperhatikan kebutuhannya. Misalnya akan menerima bantuan sembako dan pengawasan serta kebutuhan lainnya.

‘’Akan kita bantu sembako, aparat TNI, Polri, BPBD, Dinkes dan pihak lain sudah koordinasi dan untuk merumuskan langkah-langkah penanganan dan antisipasi,’’ ungkap dia.

Tindaklanjut yang segera dilakukan adalah melakukan tracing lagi. Dari 35 orang yang positif itu pasti melakukan kontak atau berhubungan dengan orang lain. Minimal kontak dengan orang-orang terdekatnya. Karena itu, tracing awal kita lakukan untuk orang-orang terdekat 35 orang tersebut.

‘’Bisa dibayangkan, kalau kemarin 3 orang saja kita tracing 90 an orang, dengan 35 orang tracing akan kita perluas,’’ katanya.

Edy Widayat berharap, warga terus waspada dan menerapkan protokol kesehatan dan disiplin bermasker. Sebab, menurutnya, Covid-19 itu nyata dan masih ada.

‘’Terus terapkan protokol kesehatan, memakai masker dan disiplin, itu kuncinya,’’ tandas dia.

Sekadar diketahui, usai muncul kluster hajatan di Desa Balongsari, Kecamatan Banjarejo, diketahui ada 35 warga setempat sesui hasil swab test, terpapar Covid-19. Dua di antaranya harus opname atau dirawat di rumah sakit.

Kejadiannya berawal dari adanya  hajatan mantenan di rumah salah seorang warga Desa Balongsari. Setelah kegiatan hajatan selesai, banyak warga sekitar yang sakit dengan gejala pilek dan panas.

Ada salah seorang warga yang sakit itu periksa di Puskesmas Banjarejo, dan ketika di swab antigen hasilnya positif. Selanjutnya tracing dilakukan kepada sejumlah orang yang kontak erat di acara hajatan mantenan tersebut. Sedikitnya sudah ada 90 warga yang diswab.

Sementara itu, dari hasil monitoring data Covid-19 Kabupaten Blora, pada Minggu (6/6/2021) pukul  12.16 WIB, jumlah kasus Covid di Blora bertambah 105 kasus baru, sehingga total kasus Covid mencapai 7.181.

Dari jumlah itu, yang dinyatakan sembuh ada  6.525 orang,  untuk penderita meninggal bertambah 2 orang, sehingga keseluruhan ada 366 orang. Hingga saat ini penderita Covid yang dirawat di rumah sakit ada  61 orang, sementara yang jalani isolasi mandiri sebanyak 229 orang.

Dari 16 kecamatan yang ada di Blora, dua di antaranya masuk kategori zona merah, yakni Kecamatan Blora dan Kecamatan Cepu.  Lima kecamatan zona kuning, masing-masing Kecamatan Todanan, Japah, Banjarejo, Bogorejo dan Kecamatan Jiken.

Sedang Kecamatan Kunduran, Ngawen, Tunjungan, Jati, Jepon, Randublatung, Sambong, Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan masih masuk kategori zona orange.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.