Ketua DPRD Sarankan Patung Dewa yang Runtuh Tak Dibangun Lagi

oleh -
TINGGAL RANGKA : Patung Dewa di Klenteng TubanTinggal Menyisakan Rangka Beton Seperti Tiang Pancang setelah Runtuh

TUBAN

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Patung raksasa Dewa Perang Kong Co Kwan Sing Tee Koen di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban yang runtuh Kamis (16/4/2020) lalu tinggal menyisakan rangka beton.

Keberadaan patung setinggi 30,4 meter itu sempat memunculkan polemik yang panjang di masyarakat. Karena itu, Ketua DPRD Kabupaten Tuban H M. Miyadi berharap pengurus klenteng tidak membangun kembali patung tersebut untuk menghindari polemik.

“Saya berharap klenteng tidak membangun kembali patung itu,” ujar M.Miyadi Sabtu (18/4/2020).

Dia mengatakan, jika pengurus klenteng tetap memaksakan untuk memohon atau mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) patung kepada Pemkab Tuban. Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tuban dia menyarankan pemkab tidak memberikan izin.

‘’Meski yang mempunyai kebijakan untuk mengeluarkan izin itu adalah pemkab, saya sebagai Ketua DPRD dan mewakili aspirasi masyarakat, akan menyarankan kepada pemkab agar tidak memberikan izin,” tambah Sekretaris DPC PKB Tuban ini.

Agar polemik di masyarakat tidak terjadi lagi, pengurus klenteng harus menyadari supaya patung yang sudah runtuh tersebut tidak usah dibangun kembali.  Bahkan politisi asal Montong ini mengungkap jika pembangunan patung dengan biaya sekitar Rp 2,5 miiar itu sempat dilarang karena belum mengantongi IMB.

‘’Kan seperti itu kondisinya. Ini semata-mata biar masyarakat adem ayem tidak ada polemik-polemik lagi,’’ tandasnya.

Faktor Alam

Sementara, runtuhnya patung yang semula berdiri kokoh di halaman belakang klenteng di Jalan RE Martadinata itu diakui pengurus klenteng sebagai musibah dan faktor alam.

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan. Dia menegaskan, jika runtuhnya patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen itu dikarenakan faktor musibah alam.

“Patung itu runtuh karena faktor alam, kita tahu klenteng itu kan dekat dengan laut sehingga anginnya kencang. Tidak ada faktor lainnya,” tegasnya.

Namun hal berbeda disampaikan mantan Ketua Umum Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) Goh Tjong Ping alias Teguh Prabowo.  Dia menyebut runtuhnya patung itu disebabkan faktor kontruksi yang tidak sesuai.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menduga ada human error arsitek, teknik sipil dan pematung. Sebab, menurutnya, tenik pembangunan patung berukuran raksasa tersebut lebih mirip dengan pembangunan patung berukuran satu meter ke bawah.

“Dilihat dari rangkanya, sudah ada yang paham soal bangunan dan berkomentar kalau cara pembuatannya nggak sesuai dengan pakem teknik sipil,’’ katanya.

Politisi PDIP itu menjelaskan patung dengan berat puluhan ton itu runtuh karena bagian luar atau baju patung tersebut nampak tidak menempel kuat pada kerangka tengah. Sehingga runtuh mulai dari bagian atas hingga bawah. Itu terlihat dari video rekaman CCTV yang beredar.

Seharusnya, lanjut Tjong Ping, panggilan akrabnya, patung raksasa itu dikerjakan oleh ahlinya dari Tiongkok. Seperti patung Nabi Kongzi, patung Kwan Im, patung Kwan Kong, patung Buddha, patung Makco TSSB yang hingga berusia sekitar 100 tahun masih kokoh.

Selain itu, pria yang juga pengusaha ini menyebut jika muka patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen atau Kwan Kong yang runtuh tersebut nampak aneh dan tidak mirip aslinya. Sehingga banyak umat yang hendak sembahyang kurang khusuk.

“Seharusnya patung dibuat yang sempurna terutama bagian wajah dan kepala.  Mungkin patungnya runtuh karena Kong Co tidak berkenan dengan kualitas patungnya,” kelakar dia.

Dia berharap, kalau nanti patung yang diresmikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Juli 2017 lalu itu dibangun kembali, agar dibangun dengan lebih bagus kualitasnya. Dengan tenaga ahli yang berkualitas.

‘’Karena kalau runtuh bukan karena gempa bumi, yang malu juga umat klenteng,’’ tandasnya.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.