Jatuh ke Jurang, Warga Aceh Ini Selamat setelah Ditolong Tim Gabungan TNI-POLRI dan SAR

oleh -
BERI MINUM : Anggota TNI yang Mengevakuasi Korban Memberi Minum Korban yang Dalam Kondisi Lemah dan Terluka setelah Terjatuh ke Jurang

ACEH TIMUR

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Sakirin (33) tahun, warga Dusun Melur, Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang selamat setelah lebih dari 24 jam berada di dalam jurang setelah terjatuh.

Pria ini dilaporkan jatuh ke jurang Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 18:00 WIB. Saat korban terjatuh warga melapor ke Polsek Simpang Jernih.

Tim gabungan yang terdiri dari 15 orang berasal dari  Koramil 10/Spj Kodim 0104/Atim,  Polsek Simpang Jernih Polres Aceh Timur,  tim SAR dari BPBD  Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tamiang bergerak dengan dibantu warga. Kamis (25-02-2032) waktu dini hari, berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi hidup.

Koptu Muliadi yang tergabung dalam tim evakuasi melaporkan pada pukul 01.00 WIB kepada Danramil 10/Spj Kapten Inf Mashudi. Bahwa telah berhasil mengevakuasi korban yang jatuh ke jurang dalam keadaan selamat.

Korban ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami luka pada bagian punggung dan patah tulang rusuk kanan. Saat ini korban dalam perawatan di Puskesmas Simpang Jernih dan akan segera dirujuk ke RSUD Langsa untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelum terjatuh,  korban bersama 4 orang temannya pergi memancing di kawasan hutan Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Sungai tersebut di pinggiran jurang. Saat memancaning korban terpeleset dan jatuh ke jurang.

Mengetahui korban jatuh ke jurang, rekannya berupaya melakukan pertolongan. Namun lantaran kondisi jurang terlalu dalam dan tidak memiliki alat untuk menyelamatkan korban, upaya itu gagal.

Salah satu rekannya kemudian meminta tolong warga untuk menghubungi Polsek Simpang Jernih dan BPBD serta SAR Aceh Timur guna menyelamatkan korban.

Berdasarkan informasi dari warga yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Simpang Jernih, korban masih hidup namun terkendala medan dan tidak adanya sarana untuk mengevakuasi.

Untuk menuju ke lokasi jatuhnya korban dari Polsek Simpang Jernih membutuhkan transportasi sungai perahu kayu dengan jarak tempuh 3 jam. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 4 jam.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *