Hadang dan Serang Satgas Covid-19, Pemilik Kafe Terancam Pidana

oleh -
??

TUBAN

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Aksi penyerangan yang dilakukan Tatak penanggungjawab kafe WW di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban Jawa Timur terhadap petugas Satgas Covid019 yang sedang operasi yustisi berbuntut.

Pria tersebut terancam hukuman pidana. Sebab, petugas yang diserang saat menjalankan tugas tersebut melapor resmi ke polisi. Minggu (31/1/2021) dua petugas yang diserang dang ke Polres Tuban untuk melaporkan tindakan pelaku. Dua orang petugas tersebut dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Terlapor adalah Tatak yang merupakan pemilik atau penanggungjawab warung kopi WW di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding. Wakapolres Tuban, Kompol Andi Yudha membenarkan ada laporan tersebut. Polisi telah menerima data dan bukti.

‘’Iya sudah ada laporan. Dari unsur yang telah dilakukan pelaku, besar kemungkinan dipidana. Bukan hanya pelanggaran prokes tapi juga aksi penyerangan, penghadangan dan pengancaman ke petugas Satgas,” ujar Wakapolres Tuban.

Dengan adanya laporan tersebut, Kompol Andi Yudha meminta hal itu menjadi bagi semua lapisan masyarakat. Operasi Yustisi, menurutnya, dilakukan demi kebaikan bersama.

‘’ Apalagi Tuban telah masuk aturan PPKM, sehingga banyak pembatasan yang harus dipatuhi,’’ tambahnya.

Kabar bahwa pelaku penyerangan Satgas memiliki kerabat anggota TNI/Polri juga disikapi serius oleh Dandim 0811 Tuban Letkol. Inf. Viliala Romadhon. Polres akan menangani secara hukum kejadian penyerangan petugas itu.
“TNI akan datang ke lokasi untuk mengedukasi keluarga pelaku penyerangan,’’ kata perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

sekadar diketahui, operasi yustisi yang dilakukan petugas Satgas Covid-19 yang merupakan gabungan dari berbagai instansi sempat ricuh. Petugas diserang oleh salah seorang pemilik kafe yang didatangi.

Saat petugas tiba di lokasi dan belum sempat parkir, sebuah kendaraan pikap putih melaju kencang lalu menghadang mobil petugas. Truk Satpol PP yang berada paling depan langsung menepi. Namun pikap itu terus merangsek dan menyerempet bagian depan samping kanan truk.

Pengemudi mobil pkap diketahui pemilik warung yang didatangi tersebut. Pemilik warung itu sempat adu mulut dengan petugas Satpol PP. Bahkan, disebutkan pemilik warung itu sempat memukul petugas Satpol PP tersebut.

Seorang petugas dari Dishub kemudian berusaha melerai. Namun terjadi salah paham, bahkan petugas dishub dituduh memukul perut pemilik warung itu. Sehingga menimbulkan kericuhan.

Mobil dinas Kasatpol PP Tuban Hery Muharwanto sempat dihadang dan digedor-gedor kapnya, pintu dan kaca pintu samping tempat duduk. Sebab, mobil dinas ini berada paling belakang dari rombongan petugas operasi.

‘’Saat saya ada di dekat ruangan kasir, saya tahu dan mendengar pemiliknya mencari pisau. Terus dia masuk di ruangan kasir mencari pisaunya tapi tidak ketemu. Lalu keluar lagi melabrak petugas dari Dishub,” ungkap Kepala Satpol PP Hery Muharwanto.

Hery Muharwanto juga mengetahui pemilik warung yang berbuat onar itu bernama Tatak. Aksi penghadangan, penyerangan dan pengancaman petugas operasi yustisi disertai perusakan kendaraan itu akan diusut tuntas.

‘’Kaca mobil saya juga sempat digedor-gedor karena paling belakang dari rombongan. Beruntung tidak sampai dipecah, tapi kendaraan truk Satpol PP dirusak bagian depan samping kanan,” tandas Hery.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *