Gelar Diskusi Politik, PWI Pesan Bupati Terpilih Jangan Tinggalkan Pers

oleh -

TUBAN
Penulis : M.Rizqi
Lenterakata.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban meminta bupati dan wakil bupati terpilih nanti tidak meninggalkan pers.

Sebab, fungsi pers sangat penting dalam ikut mengawal pembangunan dan pemerintahan. Hal itu disampaikan Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto dalam diskusi politik pilkada Tuban dengan tema “Tuban Menuju Masa Depan”

Link Banner

“Jangan tinggalkan pers, terus bersinergi untuk mengawal pembangunan. PWI siap mengawal bersama pemerintah untuk Tuban sejahtera,” ujar Pipit dalam acara yang digelar di Charis Votel Tuban Selasa (27/10/2020).

Sementaea Sekda Budi Wiyana atasnama pemkab Tuban mengucapkan terimakasih pada PWI yang menggelar salah satu proses tahapan dalam pilkada itu.

Apalagi kegiatan bisa menghadirkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati sekaligus.

“Tema Tuban menuju masa depan yang bagaimana? Biarkan teman PWI yang menjabarkan,” katanya.

Bagi pemerintah, penyelenggaraan pemerintahan yang transparansi dalam informasi dan anggaran terus diupayakan.

Terkait pilkada, lanjut Sekda, tahapannya sampai saat ini lancar. Kegiatan-kegiatan tahapan tidak terjadi claster baru penyebaran Covid-19 di tahapan pilkada.

“Semoga dipertahankan sampai seluruh tahapan pilkada selesai,” harap pejabat kelahiran Nganjuk ini.

Diskusi politik itu, harap dia, menjadi ajang silaturrahmi, memahami dan mengeksplor gagasan dan program-program yang akan dilaksanakan sesuai visi misi.

“Karena RPJM dan menjadi RPJP disusun berdasarkan visi misi tersebut. Namun aspek perencanaan tidak menjadi satu-satunya pijakan perencanaan pembangunan. Namun kebijakan provinsi bisa dikolaborasikan,” kata dia.

Potensi-potensi menurut dia akan menjadi dinamika, eksplor gagasan bisa dimunculkan. Potensi dan masalah lokal bahkan juga regional bahkan nasional harus diselaraskan.

“Di Tuban akan ada mega proyek Rp 300 Triliun mulai tahun ini yakni kilang migas. Juga ada terminal elpiji dan pengembangan TPPI yang investasinya puluhan triliun,” ungkap sekda.

Pesan mantan Kepala Bappeda Tuban ini, semua harus melihat masa depan. Sebab, kalau masa lalu yang dilihat tidak ada selesainya.

“Siapapun yang jadi nanti dengan didukung seluruh elemen bisa membangun Tuban. Diskusi harus melahirkan kristalisasi ide dan gagasan untuk membangun Tuban,” tandasnya.

Seluruh pasangan calon hadir dalam diskusi tersebut. Mereka memaparkan visi misinya. Di awali dengan pasangan Mbak Ana Khozanah dan De Anwar.

Pasangan ini mengatakan di antaranya akan melakukan perbaiian jalan, pembangunan rumah sakit di selatan, satu KK satu sarjana.

“Juga peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Lindra dan Riyadi mengatakan akan melanjutkan bangun deso noto kuto, ekonomi bertumpu pada KK, infrastruktur desa yang selaras dengan pemerintahan.

“Pengelolaan dan nilai tambah seluruh sektor untuk pemberdayaan masyarakat, SDM berkualitas, kesempatan berusaha, tatakelola pemerintahan yang baik dan efektif,” jelasnya.

Sementara pasangan nomor 3 Setiajit dan Armaya Mangkunegara menyampaikan bahwa punya 9 program atau Nawa Bhakti yang akan dilakukan.

Semua program itu akan menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Di antaranya adalah Tuban Sehat, Tuban Cerdas, Tuban Mandiri, Tuban Kerja, Tuban Bangkit, Tuban Harmoni, Tuban Melayani, Tuban Agro dan Tuban Makmur.

“Kalau di pusat ada Nawa Cita di Jawa Timur ada Nawa Satya di Tuban kami bawa Nawa Bhakti agar program selaras dengan pemerintahan di atasnya,” kata Setiajit.(wie)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *