Dihantam Ombak, Bangunan Milik Warga Rusak

oleh -
??

TUBAN

Penulis : M.Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Dua minggu terakhir ini, pesisir pantai utara (pantura) seolah bergolak. Angin besar dan gelombang laut tinggi mewarnai. Akibatnya, banyak bangunan milik warga di pesisir yang rusak.

Salah satunya yang terjadi di Desa Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Warga tak tenang tidurnya, karena khawatir sewaktu-waktu gelombang tinggi menerjang rumah mereka.

Bangunan plengsengan tangkis laut juga tak mampu menahan hantaman ombak. Bangunan penahan ombak itu mulai terkikis.  Daratan di tepi jalan Daendels juga terkikis dan longsor. Beberapa bangunan di atasnya rusak dan nyaris ambruk.

Kerusakan daratan akibat ombak sepanjang sekitar 100 meter. Ada beberapa titik lubang, dan berpotensi melebar saat gelombang laut pasang.

Nanik warga Kradenan mengatakan, ombak besar sudah terjadi satu minggu tiga belakangan ini. Bahkan, tiga hari terakhir gelombangnya sangat besar.

Pemilik warung di pinggir laut ini mengaku tidak berani berjualan sampai malam seperti biasanya. Sebab, saat malam tiba gelombang laut semakin besar. Bahkan percikan ombak sampai ke dalam warungnya.

“Mobil saja tidak bisa parkir karena tanahnya longsor. Percikan air laut juga sampai daratan,’’ ujar dia.

Dia berharap, plengesengan yang longsor itu segara diperbaiki. Supaya warga yang puyai warung di pinggir laut menjadi tenang mengais rejeki.

Juwariyah pemilik warung makanan  lain di Desa radenan mengeluhkan hal yang sama. Angin besar juga sempat membuat warungnya rusak. Dia mengaku harus merogoh dompetnya  Rp 1,2 juta untuk memperbaiki genteng esbes warungnya yang rusak diterjang angin.

“Gelombang besar datangnya biasanya mulai pukul 14.30 WIB. mpai malam. Bahkan kalau malam air sampai ke jalan raya,” ungkap dia.

Juwariyah menghitung warung yang terdampak ombak ada 4-5 buah. Rusaknya sedang sampai berat. Selain bangunan warung, ombak juga menerjang rumah diesel milik warga yang berada di pinggir laut.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia, atau 96 persen dari 342 zona musim saat ini telah memasuki musim hujan, sejak Rabu (10/2/2021).

Hal itu telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan. Sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan serta bagian selatan Papua.

Karena itu, masyarakat harus terus waspada terhadap adanya potensi cuaca ekstrem. Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *