Begini Cara Warga Plumpang Tolak Balak dan Usir Corona

oleh -

TUBAN
Penulis : M.Rizqi
Lenterakata.com – Warga Dusun Plumpang, RW 8, RT 1, Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang setempat melaksanalan ritual untuk menolak virus Covid -19.

Ritual dalam bentuk sedekah atau kendurian itu digelar di jalanan poros desa pada Rabu (10/3), siang.

Link Banner

Tasyakuran atau warga setempat menyebutnya kendurian atau bancaan itu dilaksanakan dengan berbagai ritual. Sejak pagi, para ibu – ibu warga setempat mulai memasak makanan dan jajanan khas.

Ada nasi kuning yang dimasak bucu atau tumpeng lengkap berbagai bumbu dan ikan. Ada juga bubur merah putih sebagai sajian utama tolak balak.

Bubur merah putih dipercaya warga sebagai sarana menolak, mengusir dan menjauhkan dari mara bahaya. Istilah lain, tolak balak bisa jauh dan tidak menimpa warga.
Selain tumpeng, ritual juga menyajikan jajanan khas.

Seperti Pleret dan jajan pasar. Camilan ini juga memiliki arti tersendiri. Pleret mengartikan bahwa doa yang dipanjatkan bisa lancar tanpa halangan.

Jajanan yang terbuat dari tepung dicampur perasa dan pewarna makanan itu dicetak dengan ibu jari ditekankan pada tatakan kayu sambil di urut.

Filosofi jajanan lain, seperti ketupat dan lepet juga disajikan dalam bancaan tolak bala. Mengartikan bahwa saling memaafkan dan merukunkan antar warga menjadi awal pengampunan dosa antar sesama.

Terdapat juga buah yang ditali menjadi satu, mengartikan bahwa kekompakan antarwarga bisa menjauhkan dari marabahaya.

Seluruh suguhan yang dipersiapkan, selanjutnya diarak di sepanjang jalan poros desa. Hal ini dilakukan sebagai bentuk syukur. Hidangan ini, bagian dari doa yang digambarkan.

Selain hidangan, juga ada doa yang dipanjatkan. Yakni mulai bacaan Ayat Kursi sebanyak 3 kali, bacaan istighfar sebanyak 10 kali dan llfatihan serta surat-surat pendek lainnya.

Menghilangkan sengkolo atau tolak bala ini, wujud prihatin warga akan pandemi Corona yang sudah setahun berjalan masih menghantui. Menyebarnya virus ini banyak mengakibatkan kerugian. Baik material maupun lainnya.

Hubungan sesajian dan ritual agar panjatan doa secara lisan dan filosofi makanan bisa menghantarkan khusuknya doa agar terkabul. Sehingga pandemi yang selama ini dianggap momok, bisa segera hilang dan musnah.

“Alhamdulillah, warga semangat untuk memanjatkan doa tolak bala. Agar pandemi ini bisa segera berakhir, ” ujar Ketua RW 8, Desa Plumpang, Munawar.

Selain melakukan ritual, warga juga memberikan santunan 50 anak yatim. Keberkahan doa anak yatim, diharapkan bisa membantu terkabulnya harapan warga.

Sengaja bancaan dilakukan di bulan Maret, atau dalam tanggalan islam bulan Rajab. Sebab, bulan Rajab ini, dipercaya warga banyak keberkahan dan kebaikan bisa panjatkan agar terlaksana.

“Bertepatan dengan bulan Rajab, kita laksanakan bancaan ini. Semuanya adalah bantuan dan keihlasan watga hingga semua terlaksana dengan baik, sengkuyung, bersama, ” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *