Ada Komix di GOR Tuban

oleh -
HAMPIR TIAP HARI : Bungkus Sirup Obat Batuk Komix ini Hampir Tiap Hari Ditemui di Taman GOR Tuban

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pernah sakit batuk? Pernah minum Komix, obat batuk jenis sirup sachetan? Sebagian pasti pernah melakukan.

Bagaimana jika melihat puluhan sachet Komix berserakan di lantai-lantai taman kota. Di sela-sela rumput di pojok ruang terbuka hijau yang akan rimbun. Tentu, Komix tersebut tak sekadar untuk mengobati batuk. Ada tujuan lain obat tersebut dikonsumsi.

Apalagi, bungkus obat batuk warna hijau itu hampir setiap hari berserakan di taman. Itulah yang terjadi di GOR Rangga Jaya Anoeaga Tuban. Di sudut-sudut taman GOR hampir setiap hari dijumpai bungkus Komix berserakan.

Termasuk Senin (14/1/2019) pagi. Puluhan bungkus Komix mengotori lantai taman yang dibuat dari batu alam. Tak kurang 40 an bungkus yang tercecer. Ternyata, bukan hanya satu tempat, karena di ujung yang lain, pemandangan yang sama tersaji.

‘’Hampir setiap hari Mas, saya menyapu dan menemukan bungkus Komix,’’ ujar Lantip, salah satu petugas kebersihan yang bertugas membersihkan lingkungan GOR.

Lantip bersama kawan-kawannya, setiap jam 06.30 sudah berada di lingkungan GOR untuk bersih-bersih. Selain daun-daun kering yang berguguran dari pepohonan di taman, juga membersihkan sampah pengunjung.

Jika malam, lingkungan sekitar GOR memang ramai. Taman-tama dengan pencahayaan yang redup disukai pengunjung untuk bersantai. Termasuk muda-mudi yang dimabuk asmara. Terlebih disediakan bangku-bangku cor yang nyaman.

Tak jarang, para pengunjung ini meninggalkan sampah. Meski di sekitar lokasi banyak disediakan tempat sampah, namun rata-rata pengunjung malas beranjak, sehingga membuang sampah yang sebagian besar bungkus makanan atau minuman di tempat mereka nongkrong.

Termasuk bungkus-bungkus Komix tersebut, hampir tiap pagi dijumpai berserakan. Dan, Lantip bersama kawan-kawan yang harus membersihkan.

‘’Ya untuk mabuk Mas, buat apalagi. Kalau untuk obat sakit batuk cukup satu atau dua bungkus saja,’’ tambahnya, sambil tangannya terus menyapu.

Lantip faham kalau Komix itu diminum untuk mabuk, atau mencari kondisi fly. Meski dia tahu tujuan Komix itu diminum, namun dia tidak tahu siapa yang minum.

Setiap malam banyak sekali yang datang ke taman GOR. Mereka nyangkruk sampai tengah malam. Bahkan, sampai dini hari.

‘’Sedangkan saya datang ke sini kalau pagi,’’ katanya.

Benarkah demikian? Benarkah Komix itu untuk mabuk-mabukan. Melihat banyaknya bungkus yang berserakan, memang tak masuk akal kalau hanya untuk mengobati batuk.

Memang, sudah banyak kabar tentang Komix yang menjadi sarana untuk fly. Khususnya bagi kalangan anak muda yang gemar mabuk, tapi tak banyak punya uang. Selain mudah didapat, Komix harganya juga murah.

Mudiono dari Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban mengatakan, bahwa Komix memang bisa menjadi salah satu sarana untuk menimbulkan efek fly, jika diminum berlebihan.

Karena itu dia mengajak orangtua untuk selalu mewaspadai putra-putrinya. Jika kedapatan membawa obat batuk sirup itu dalam jumlah banyak, bisa jadi yang anak biasa mabuk.

‘’Orangtua harus raji memeriksa tas, kamar, laci, lemari atau tempat penyimpanan lain milik anak. Itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,’’ ujarnya.

Dia mengajak untuk terus hidup sehat tanpa narkoba. Hal itu sulit didapat dalam kondisi seperti saat ini, butuh semangat dan kerja keras, kemauan agar tercaoau.

‘’Bumi Wali bebas narkoba adalahhal yang sulit,  tapi harus terus diupayakan,’’ katanya.

Jika ditemukan banyak bungkus Komix, harus diwaspadai. Apalagi di Tuban dikenal sebagai kota dengan penyebaran pil carnophen yang banyak.

‘’ sejak 19 Maret 2018, sesuai keputusan Kementrian Kesehatan carnophen masuk narkotika. Sehingga memiliki, menyimpan dan mengedarkan bisa dikenai pidana dengan hukuman minimal 4 tahun,’’ ungkapnya.

Indonesia juga dikatakan darurat narkoba. Untuk memberantas atau mengurangi minimal harus dimulai dari diri sendiri. Hal-hal kecil di lingkungan harus dicermati. Munculnya banyak bungkus Komix bisa menjadi awal pengguna narkoba muncul.

Dia menyebut ada tips untuk mengenali pengguna narkoba. Pertama adalah dari sikap dan perilaku yang tak biasa. Pemakai narkoba tidak bakal ketahuan sebelum kecanduan. Jika sudah kecanduan, sakaw dan sebagainya, baru ketahuan sebagai pemakai.

Kedua adalah menjauh dari komunitas yang biasa dikumpuli dan cenderung menyendiri. Yang ketika jarang mandi dan prestasi menurun karena kurang konsentrasi serta mata terus berair.

‘’Kalau ada pecandu jangan dijauhi. Terus diberi semangat untuk berhenti. Bawa ke BNN agar direhabilitasi,’’ tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *