8 Pasangan Diduga Mesum Terjaring Razia

oleh -
PERIKSA KAMAR : Petugas Razia Menggeledah Kamar Hotel untuk Memeriksa Pengunjung

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Delapan pasangan diduga mesum digelandang petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan BNNK Tuban dalam razia sejumlah hotel yang ada di Kabupaten Tuban, Jumat (20/9/2019) malam.

Selain 8 pasangan itu, satu perempuan jug akut diamankan karena diduga mengosumsi narkoba jenis sabu. Perempuan ini diamankan di salah satu kamar hotel Purnama di Jalan Tuban – Semarang.

Pasangan yang digelandang ke kantor Satpol PP itu di antaranya adalah SF seorang perempuan (33) dan ST (38), warga sebuah desa di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mereka diamankan dari Hotel Indonesia.

Kemudian, WG seorang perempuan (49) warga Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dan AM warga Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Selanjutnya, TL seorang perempuan (37), warga Kecamatan Babat, Lamongan dan NR (23) warga Pekalongan Barat, mereka diamankan dari Hotel Asri.

Juga WYN (39) warga Kecamatan Banjarsari, Surakarta dan NAM seorang perempuan (25) warga Kota Malang, satu pasangan ini diamankan dari Hotel Purnama.

Selain itu, UM (44), warga Kabupaten Sintang dan MR seorang perempuan (24), warga Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

AM (26) warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, dan DHM seorang  perempuan (22) warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Dan KN (54) dan KM seorang perempuan (29), warga Kecamatan Brondong, Lamongan serta MAM (22), Kecamatan Gualemo, Kabupaten Luwuk serta SS seorang perempuan (20), warga Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, 4 pasangan diamankan dari Hotel Ratna.

“Pasangan yang kita amankan selanjutnya kita bawa ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan,’’ ujar Kasi Operasi dan Pengendalian Kantor Satpol PP Tuban, Joko Herlambang.

Para pasangan yang tidak bisa menunjukkan surat nikah itu diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya dengan diketahui oleh Kades dan Camat masing-masing.

‘’Kita data identitasnya, jika tertangkap lagi bisa dikenai sanksi,’’ kata Joko.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *