Fiqih Kebangsaan Tawarkan Solusi di Tengah Ancaman Perpecahan

oleh -
BERI MATERI : Penulis Buku Fiqih Kebangsaan saat Memberi Materi dalam Bedah Buku di STITMA Tuban

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pertarungan politik mengancam persatuan. Perpecahan sudah mulai terlihat di tengah masyarakat akibat imbas politik. Perhelatan pilpres diwarnai perpecahan dan saling serang antarpendukung pasangan calon.

Karena itu, buku Fiqih Kebangsaan menjadi alternative bacaan tepat, terkait dengan masalah isu kebangsaan tersebut. Saling hujat dan serang yang  dilakukan kedua kubu pendukung pasangan callon untuk menjatuhkan, menjadi sebuah hal yang berbahaya dan mengancam ke utuhan persatuan anak-anak bangsa.

‘’Karena itu, atmosfer keilmuwan harus digalakan kembali di kampus. Apalagi buku ini cukup menarik dibahas dan didiskusikan dalam even politik hari ini,’’ ujar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makhdum Ibrahim (STITMA) Akhmad Zaini Sabtu (23/2/2019).

Zaini mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) STITMA yang dikemas dalam bedah buku fiqih dengan tema “Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan”. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa STITMA dari program Madin.

“Saya sangat senang, hal seperti ini bisa terus dilakukan. Adanya perbedaan pilihan tidak boleh menjadikan perpecahan dalam persaudaraan anak bangsa. Perbedaaan dalam sebuah pilihan merupakan hal yang wajar, yang sangat disesalkan adalah hilangnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan itu,” tambah Akhmad Zaini.

Sementara Ketua LP3M STITMA, Jamal Ghofir mengatakan, bedah buku, seminar dan kegiatan lainnya, selanjutnya akan rutin dilakukan untuk menunjang mahasiswa STITMA lebih aktif dan inovatif. Sebab, kalau hanya mengandalkan diskusi dalam kelas, itu hanya mendapatkan penilaian makalah saja.

“Kalau dulu yang datang hanya 10-15 peserta, dan pada formulasi baru ini banyak yang bisa diambil manafaatnya bagi mahasiswa untuk mengikuti forum seminar,’’ kata dia.

Jamal menambahkan, digelarnya kegiatan itu karena rasa keprihatinan mengenai kondisi bangsa saat ini. Anak-anak bangsa sudah mengalami kemerosotan dalam memperteguh persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Bedah buku menghadirkan penulisnya langsung Ahmad Muntaha, sekaligus sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jatim. Juga  Misbahul Munir, M.Pd, sosen STITMA Tuban serta moderator Yudi Ariyanto juga dosen STITMA.

Bedah buku  diikuti seratus peserta dari berbagai kalangan baik mahasiswa STITMA sendiri undangan dari berbagai perguruan tinggi di Tuban, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *