Awas !! Pertengkaran Kecil Bisa Picu Perceraian

oleh -
KELOLA RUMAH TANGGA: Para Calon Pengantin Diberi Pembekalan untuk Mengelola Rumah Tangga

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Pasangan yang baru menikah harus memantapkan mentalnya. Sebab, tak jarang kehidupan berumahtangga ada riak-riak kecil yang bisa memicu keterakan.

Pertengkaran kecil yang terus menerus terjadi misalnya, bisa membahayakan pernikahan. Karena akan menimbulkan tumpukan tekanan dan stres yang memicu frustasi.

Hal itu di sampaikan Kepala Kemenag Tuban, Drs. Sahid, MM saat member pembekalan pada pasangan calon pengantin.

“Perkawinan adalah proses menyampaikan visi dan misi masing-masing pasangan. Urusan kecil dalam rumah tangga bisa menjadi pemicu perceraian jika tidak di dasari landasan yang kuat,’’ ujarnya.

Dalam rumah tangga, kata dia, juga tidak boleh ada saling curiga. Harus saling terbuka biar tidak terjadi syak wasangka sesama pasangan.

Menurut pria berkacamata ini, ekonomi hanya sarana bukan tujuan dari sebuah perkawinan. ‘’Dan dia juga mengingatkan bahwa harta yang paling penting adalah keluarga yang bisa mengantarkan ke surge,’’ katanya.

Sementara fasilitator bimbingan perkawinan Laidia Maryati menjelaskan,  lama usia pernikahan tidak menjamin keharmonisan rumah tangga.

Selain toleransi, lanjutnya, dukungan, kesabaran dan kerja sama, setiap pasangan juga harus memiliki elemen penting dalam cinta. Seperti berbagi, peduli, memberi, pengertian, berkorban dan  melindungi.

‘’Elemen tersebut merupakan bagian penting dari nilai hidup di dalam pernikahan,’’ tuturnya. Wanita berdarah Pati dan Tuban ini mengungkapkan, sejatinya pernikahan adalah soal toleransi. Yaitu terhadap kekurangan pasangan dan adaptasi terhadap tujuan hidup bersama.

“Dukungan sosial sangatlah penting. Tidak heran apabila pada kenyataannya banyak pasangan yang berpaling hanya karena ingin mendapatkan dukungan atau penguatan mental,’’ tamdas dia.

Selain faktor tersebut, dia mengatakan, pada kenyataannya faktor ekonomi juga termasuk penyebab paling besar kasus perceraian.

“Tuntutan keuangan semakin tinggi kepada suami, terkadang dinilai tidak masuk akal, dan suami menganggap istri sebagai pribadi yang penuntut,’’ terang dia.(lai/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *