Kepengurusan Nadzir Ada Batasnya

oleh -
BIMNTEK : Sebanyak 100 Orang Ikuti Bimtek yang Digelar Kemenag

TUBAN

Penulis : Laidia

Link Banner

Lenterakata.com – Di Kabupaten Tuban rata-rata kepengurusan nadzir, terutama nadzir perseorangan sudan banyak yang kedaluwarsa dan tidak utuh  atau tidak lengkap lagi. Ada beberapa penyebabnya, d iantaranya adalah bahwa ada pengurus nadzir sudah habis masa berlakunya 5 (lima) tahun.

Ada juga pengurus nadzir yang tidak lengkap karena sudah wafat, mengundurkan diri, tidak lagi aktif dan alasan lainnya. Bahkan ada pengurus nadzir yang tercantum dalan AIW atau sertifikaf tanah wakaf itu sudah tidak ada semua.

Karena itu, Kemenag Tuban bersama BWI Tuban mengadakan bimbingan teknis (bimtek) persertifikatan tanah waqaf di Kecamatan Singgahan. Acara digelar di KBIH Ar-Roudloh, Jl. KH. Muhyidin No. 365 Lajukidul.

‘’Jadi, banyak yang harus diluruskan,’’ ujarnya.

Narasumber dari Kemenag Tuban, Drs. Mashari, M.Ag. Selaku  sekretaris BWI Kabupaten Tuban, dia menghimbau kepada kepala KUA atau PPAIW untuk mengingatkan kepada pengurus nadzir di wilayahnya masing-masing agar di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selalu berpedoman pada undang-undang serta regulasi yang ada.

“Maka dalam  pelaksanaan bimtek tahun 2020 kali ini digunakan kesempatan juga untuk mengingatkan  adanya keberadaan pengurus nadzir itu,’’ kata dia.

Sebab di dalam undang-undang wakaf maupun peraturan BWI, lanjut Mashari,  dijelaskan bahwa kepengurusan nadzir itu ada masa berlakunya, yakni lima tahun. Setelah itu dapat diangkat kembali sesuai regulasinya.

Bagi kepengurusan nadzir yang sudah tidak lengkap, maka aturannya, nadzir yang masih ada harus melengkapi melalui musyawarah bersama wakif atau ahli waris dengan menyebutkan alasan yang kemudian dituangkan dalam berita acara.

Selanjutnya didaftarkan pada BWI di Kabupaten Tuban. Khusus untuk pengurus nadzir yang tercantum dalam AIW atau sertifikat tanah wakaf yang sudah tidak ada semua, maka wakif atau ahli waris menunjuk nadzir yang baru.

‘’Itu juga harus dituangkan dalam surat penunjukan nadzir bermaterai,” terangnya.

Kegiatan bimtek hari ke empat ini selain peserta dari Kecamatan Singgahan juga dari Kecamatan Parengan. Total peserta 100 orang, dengan narasumber selain dari Kemenag Tuban juga dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Susilo Hadi Widodo, A.Ptnh dan dari BWI Miqdarurridlo, SH. (lai/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.