Kemenag Lumajang Studi Banding ke BWI Tuban

oleh -
CINDERAMATA : Ketua BWI Tuban Menerima Cinderamata dari Kemenag Lumajang

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Kantor Kemenag Kabupaten Lumajang studi banding ke Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Tuban.

Rombongan dipimpin langsung Kakankemenag Lumajang, Drs. Mohammad Fachrur Rozi, M.Hi. ikut serta Kasi Bimas, Penyelenggara Syari’ah, seluruh Kepala KUA dan JFU Kemenag Kabupaten Lumajang.

Mereka ingin belajar tentang  perwakafan di Tuban. Di antaranya bagaimana melaksanakan pelayanan bimbingan, pembinaan lembaga dan pengembangan wakaf serta pemberdayaan  tanah wakaf.

Kepala Kemenag Tuban, Drs. Sahid, MM, menyampaikan selayang pandang tentang Kabupaten Tuban, mulai kuliner, wisata hingga awal keberadaan BWI di Kabupaten Tuban.

“Sekitar tahun 2014 BWI Kabupaten Tuban berdiri. Awalnya kita pendekatan dengan tokoh-tokoh,’’ ujar Sahid.

Koordinasi itu juga kepada pemkab notaris, tokoh masyarakat, tokoh agama, dari BPN, organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah.

‘’Hingga akhirnya berdirilah BWI dengan Ketua Drs. H. Sutrisno Rahmat, SE, MM,” jelas Sahid.

Sementara Ketua BWI Kabupaten Tuban, Drs. H. Sutrisno Rahmat, MM yang juga hadir mengatakan awal tahun itu ada sekitar 300 an tanah wakaf yang diusulkan sertifikat.

“Alhamdulillah BWI Tuban berdiri kedua se-Jawa Timur. Dan pada tahun 2014 tersebut dari sekitar 300 tanah waqaf yang di usulkan, setelah di verifikasi BPN  tinggal 114 yang lolos,’’ ungkapnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tuban itu menjelaskan, sampai saat ini tanah wakaf se Kabupaten Tuban ada 1.921 lokasi. Tanah wakaf sertifikat 1.089 lokasi, sedang tanah wakaf yang belum sertifikat ada 832 lokasi. Tanah wakaf yang dapat bantuan sertifikasi gratis dari pemkab 173 lokasi.

‘’Dan data tanah wakaf semua di aplikasi SIWAK Kemenag,’’ tutur dia.

Ditemui secara terpisah, Sekretaris BWI Kabupaten Tuban, Mashari, menjelaskan bahwa maksud dan tujuan Kemenag Lumajang datang ke Tuban dalam rangka menggali informasi tentang berdirinya BWI.

‘’Sebab Kabupaten Lumajang sampai saat ini belum terbentuk pengurus BWI,’’ tambahnya.(lai/wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *