Sengketa Lahan, Tiga Tempat Karaoke Ditutup Warga

oleh -
DIBLOKIR: Jalan Masuk Sebuah Kaeraoke yang Ditutup Pedel

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris tanah tempat tiga hiburan malam berdiri bersikap tegas. Mereka memblokir tempat karaoke itu dengan menutup jalan masuknya dengan pedel atau bahan urukan.

Tiga tempat hiburan yag diblokir itu adalah Happy Karaoke, Dunia Karaoke dan King Karaoke yang berada di Jalan Tuban-Semarang kilometer (KM) 5-6, Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu. Sebanyak 10 dump truk berisi pedel diturunkan ke lokasi. Tumpukan pedel itu dipastikan membuat pengunjung kesulitan masuk.

‘’Kami terpaksa melakukan ini, karena upaya kami untuk baik-baik tidak mendapat tanggapan,’’ ujar Lasmini (52) salah satu warga yang mengaku ahli waris tanah, Senin (22/4/2019) di lokasi.

Lasmini yang berbaju gamis hitam dan kerudung putih itu kemudian bercerita soal alasan kenapa keluarga berbuat seperti itu.

‘’Saya menganggap tanah ini adalah tanah kakek saya. Semua  ada buktinya. Selama ini upaya kami untuk mencari keadilan belum dapat,’’ tambahnya.

Selain Lasmini ada ahli waris lain yang ikut ke lokasi dan menunggui serta menyaksikan proses uruk pintu masuk karaoke. Mereka adalah Kasiyati (65), Sumber Budiono (39) keponakan Lasmini dan keluarga lainnya.

‘’Kami meminta keadilan. Kalau mereka punya bukti sah atas tanah ini silakan protes dan melapor. Kami tunggu laporannya, agar persoalan ini cepat selesai,’’ tambah Sumber Budiono.

Pria ini menceritakan, keluarganya sudah lama mengurus tanah kakeknya, Kartidjo seluas 13,55 hektar itu. Pihak desa semula tak mau membuka data pemilik lahan. Namun, akhirnya pihak desa mau membuka daftar buku C desa.

Sesuai buku petok D yang dimiliki keluarganya, luas tanah itu 13,55 hektar. Hanya, saat ini di atas tanah itu sudah berdiri tiga tempat hiburan malam. Informasi dari pihak desa, tempat hiburan tersebut sudah punya sertifikat tanah.

‘’Kami sudah minta ditunjukkan sertifikat tanahnya, namun sekarang tidak ada yang bisa menunjukkan. Saya menduga memang mereka tidak punya sertifikat,’’ tandasnya.

Sementara, dari pihak pengelola tempat hiburan malam itu belum bisa dikonfirmasi. Sebab, saat di lokasi, tempat hiburan malam itu posisi tertutup.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *