Curi Akta Cerai, Dua Pria Dibekuk Polisi

oleh -
BEBER TANGKAPAN : KAsatreskrim Polres Blora AKP Herri Dwi Utomo Memberi Keterangan pada Media

BLORA

Penulis : Supriyanto

Link Banner

Lenterakata.com – Karena mencuri akta cerai, Dua orang pria ASB, (37) warga Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang dan MK alias Modin Pegat (58), warga Desa Sumber Kecamatan Kradenan Blora, ditangkap Satreskrim Polres Blora.

Pencurian tersebut dilakukan di Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 B Blora, Jalan Raya Blora Cepu KM 03, Selasa, (18/06/2019) silam.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herri Dwi Utomo mengungkapkan, pelaku ditangkap di wilayah Kendal dan Blora.

“Mendapat laporan tersebut, langsung kami lakukan penyelidikan, dan tersangka berhasil kita amankan, berikut barang buktinya,” ujar Kasat Reskrim. Jumat, (10/01/2020).

Dalem penangkapan tersebut petugas juga mengamankan barang bukti berupa dua buah akta cerai yang telah digunakan. Satu buah stempel Pengadilan Agama, serta satu buah hape merk Nokia warna biru kombinasi hitam.

Kasat Reskrim menceritakan, pelaku mencuri blangko akta cerai dan akta cerai dengan cara menggunakan kunci duplikat. Pelaku bisa membuat kunci duplikat lantaran salah satu pelaku adalah karyawan honorer di PA tersebut.

“Pelaku ASB ini adalah mantan karyawan honorer di Pengadilan Agama, sehingga bisa mendapatkan kunci untuk diduplikatkan,”jelas Kasat Reskrim.

Akibat peristiwa tersebut Pengadilan Agama mengalami kerugian lima belas juta rupiah. Akte yang hilang sejumlah 150 lembar akte kosong dan 17 lembar akta cerai milik penggugat dan tergugat.

Dokumen yang berhasil dicuri pelaku adalah tiga bendel blangko akta cerai, yang terdiri dari satu bendel 13 dengan seri K no.36351-36400, satu bendel 31 dengan seri K no.37251-37300, satu bendel 32 dengan seri K no.37201-37350 dan tujuh belas lembar akta cerai.

Dari pengakuannya tersangka, blangko cerai tersebut dijual kepada masyarakat yang ingin mengurus proses perceraian tanpa mengikuti sidang.

Pelaku menjual satu akta cerai seharga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Hingga ditangkap petugas, tersangka telah berhasil menjual delapan akta cerai tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun penjara.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *