Merugi Tiga Tahun Berturut-turut, SBI Mulai Laba

oleh -
LABA : PT SBI Akhirnya Membukukan Laba Setelah Merugi Tiga Tahun Berturut-Turut

TUBAN

Penulis: M. Rizqi

Link Banner

Lenterakata.com – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menutup tahun 2019 dengan peningkatan pendapatan sebesar 6,55 persen. Juga membukukan laba Rp 499 miliar dibandingkan tahun 2018.

Volume penjualan semen dan terak naik 4,80 persen dibandingkan tahun 2018 sebagai hasil peningkatan utilisasi, serta sistem distribusi dan pemasaran yang terintegrasi dengan SIG. PT SBI telah mengumumkan kinerja keuangan perusahaan tahun buku 2019.

Kinerja tahun 2019 di tengah pasar yang relatif stagnan dan kelebihan pasokan yang masih membayangi industri semen nasional, SBI mampu meningkatkan kinerja signifikan sejak bergabung dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG pada awal tahun 2019.

Bahkan membalikkan kinerja dengan kembali mencetak laba positif dibandingkan kerugian yang dialami perseroan sejak tiga tahun silam sejak tahun 2016 silam.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat industri semen domestik tumbuh tipis 0,3 persen pada tahun 2019 atau mencapai volume penjualan sebesar 69,8 juta ton. Realisasi ini jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 4,8 persen yang diproyeksikan sebelumnya.

Sedangkan penjualan ke pasar ekspor pada tahun 2019 mencapai 6,4 juta ton atau naik 11,8 persen dari 5,7 juta ton pada tahun 2018. Sinergi yang terbangun dan semakin kuat bersama SIG, membantu mendongkrak volume penjualan.

Pada tahun 2019 lebih tinggi dari pertumbuhan pasar menjadi 12,3 juta ton atau naik 4,80 persen dari 11,8 juta ton pada tahun 2018 dan mempertahankan pangsa pasar. Peningkatan volume ini didorong oleh peningkatan penjualan semen dan terak domestik sebesar 5,01 persen menjadi 11,8 juta ton dari 11,3 juta ton pada tahun 2018.

Serta peningkatan volume penjualan beton jadi (ready-mixed concrete) sebesar 3,19 persen menjadi 1.501 meter kubik (m3) pada tahun 2019 dari 1.454 m3 pada tahun sebelumnya. Kombinasi peningkatan volume dan kekuatan merek produk perseroan, mampu meningkatkan pendapatan menjadi Rp 11,06 triliun atau naik 6,55 persen dari Rp 10,38 triliun pada tahun sebelumnya.

Ebitda atau pendapatan sebeluym pajak, bunga dan lainnya naik 64,29 persen menjadi Rp 1,78 triliun pada tahun 2019 dari Rp 1,08 triliun pada tahun 2018. Program-program efisiensi yang dijalankan oleh perseroan sepanjang tahun 2019, mampu membantu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 6,43 persen.

Sehingga perseroan mampu meningkatkan laba bebelum bunga dan pajak penghasilan dan akhirnya mencetak laba bersih sebesar Rp 499 miliar.

Pada tahun 2019, SBI meluncurkan “Dynamix” sebagai merek dagang semen yang baru. Mengusung slogan “Berani Berubah Lebih Baik”, merek baru ini merupakan bagian dari proses integrasi paska akuisisi oleh SIG pada awal tahun 2019.

Serta transformasi perseroan untuk memberikan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan inovasi bahan bangunan yang berorientasi pada masa depan. Pada tahun yang sama, SBI juga meresmikan pusat distribusi semen yang baru di Tanjung Api Api, Banyuasin, Palembang, yang memiliki daya tampung 5.000 ton.

Kehadiran gudang semen ini merupakan upaya perseroan untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, dan menunjang kebutuhan pembangunan di Sumatera Selatan.

Pada 11 Februari 2020 lalu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi memperkenalkan merek perusahaannya yang baru yaitu SIG. SIG menjadi simbol transformasi bisnis dari penyedia semen menjadi penyedia solusi.

Terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin berkembang melalui operasi yang ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta mempertimbangkan aspek berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan kebutuhan lingkungan hidup bagi generasi di masa depan.

Sejak bergabung bersama SIG pada awal tahun 2019 lalu, SBI secara konsisten mencatatkan perbaikan kinerja perseroan yang tercermin pada peningkatan pendapatan dan perolehan laba secara bertahap.

Selain kekuatan jaringan operasi dan distribusi, sinergi dengan SIG juga melengkapi portfolio solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang beragam.

PT SBI adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya 98.31 persen) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Secara merek perusahaan telah berubah menjadi SIG sejak 11 Februari 2020 lalu dan merupakan produsen semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. PT SBI menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat.

Perusahaan ini secara langsung, maupun melalui anak perusahaannya mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh).

Dengan total kapasitas 14,5 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.400 orang. PT SBI saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan perusahaan dan solusi-solusi bernilai tambah lainnya.(wie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *